Kenapa Tulisan Harus Ada Judulnya? Ini 3 Alasannya

Kenapa Tulisan Harus Ada Judulnya?  Ini 3 Alasannya

Ada pertanyaan yang nyeleneh, tapi terpaksa saya pikirkan. Pertanyaannya: kenapa tulisan harus ada judulnya? Memangnya kalau tidak ada judulnya, bukan tulisan. Pertanyaan ini dilontarkan oleh seorang peserta kelas menulis saya. Dia suka bercanda, makanya saya dan dia tertawa. Itu mirip pertanyaan kenapa anjing harus menggonggong, memangnya kalau tidak menggonggong bukan anjing.. Lantas, judul yang baik itu?

Kesalahan Mengarang di Masa Lalu, Mutiara di Masa Kini

Kesalahan Mengarang di Masa Lalu, Mutiara di Masa Kini

Saya menulis ini karena teringat pelajaran mengarang zaman sekolah dasar di masa lalu. Ketika itu, banyak teman-teman saya yang mengandalkan kata lalu, setelah itu, dan, kemudian untuk memperpanjang karangannya. Nyatanya teman-teman saya itu berhasil menyelesaikan karangannya. Ada pelajaran yang bisa dipetik dari “tragedi” pelajaran mengarang yang monoton di masa lalu itu.

Mengapa Di Disambung dan Dipisah? Simak 3 Alasannya

Mengapa Di Disambung dan Dipisah?  Simak 3 Alasannya

Rasanya sudah sering sekali orang membahas bagaimana penulisan di yang benar. Mereka masih perlu terus diingatkan di dipisah atau di disambung. Itu karena penulisannya masih acap salah. Barangkali, benar juga pernyataan “aturan untuk dilanggar”. Saya sih kurang sepakat, tapi itu kenyataannya. Berikut cara penulisan di yang benar dan alasannya mengapa harus dipisah atau disambung. Silakan.

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.