Demonstrasi Mahasiswa 28 Oktober hingga Kebebasan Pers
Demonstrasi mahasiswa pada 28 Oktober 2026 di Jakarta bukan cuma soal tuntutan kepada pemerintah dan ketertiban. Ada persoalan lain yang ikut muncul dalam pemberitaannya, yakni kebebasan pers. Sejumlah laporan menyebut jurnalis mengalami hambatan saat meliput demonstrasi. Pergeseran fokus pemberitaan ini menarik ditelusuri dengan model framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki.
Kepemilikan Konten AI: Siapa yang Punya?
Konten AI tidak otomatis menjadi milik orang yang memberikan prompt. Persoalan kepemilikan konten ai berkait dengan kontribusi kreatif manusia dan unsur karya yang hendak dilindungi.
Ketika Batas “Kita” dan “Kami” Semakin Memudar
Secara linguistik, “kita” dan “kami” memiliki perbedaan yang jelas. Namun, dalam komunikasi sehari-hari, batas keduanya semakin kabur karena penggunaan “kita” kerap menggantikan fungsi “kami”.
Ketika Gaya Bicara Menjadi Identitas
Jangan kaget ya, ketika kita lama bergaul dengan teman baru kita yang asyik, tiba-tiba gaya bicara kita sama. Penyakit nih. Bukan ini hanya bukti bahwa gaya bicara bisa menular. Pernah mengalami tidak, setelah beberapa minggu nongkrong dengan teman baru, tiba-tiba cara kita tertawa seperti teman baru kita itu. Atau mendadak tanpa terduga meluncur kosakata asing … Read more
Akurasi Bahasa Jurnalistik Bukan Sekadar Gaya-gayaan
Musuh utama kejelasan dalam menyampaikan fakta dalam berita adalah kelisanan. Apa yang jelas ketika disampaikan dalam komunikasi lisan belum tentu jelas ketika disampaikan secara tertulis. Ketepatan pilihan kata tidak bisa ditawar. Akurasi bahasa jurnalistik bukan sekadar gaya-gayaan. Misalnya, seorang reporter melaporkan peristiwa banjir di Kampung Melayu, Jakarta Timur. Sambil mengenakan jas hujan, reporter yang … Read more


