Ketika Batas “Kita” dan “Kami” Semakin Memudar
Secara linguistik, “kita” dan “kami” memiliki perbedaan yang jelas. Namun, dalam komunikasi sehari-hari, batas keduanya semakin kabur karena penggunaan “kita” kerap menggantikan fungsi “kami”.
Secara linguistik, “kita” dan “kami” memiliki perbedaan yang jelas. Namun, dalam komunikasi sehari-hari, batas keduanya semakin kabur karena penggunaan “kita” kerap menggantikan fungsi “kami”.
Jangan kaget ya, ketika kita lama bergaul dengan teman baru kita yang asyik, tiba-tiba gaya bicara kita sama. Penyakit nih. Bukan ini hanya bukti bahwa gaya bicara bisa menular. Pernah mengalami tidak, setelah beberapa minggu nongkrong dengan teman baru, tiba-tiba cara kita tertawa seperti teman baru kita itu. Atau mendadak tanpa terduga meluncur kosakata asing … Read more
Musuh utama kejelasan dalam menyampaikan fakta dalam berita adalah kelisanan. Apa yang jelas ketika disampaikan dalam komunikasi lisan belum tentu jelas ketika disampaikan secara tertulis. Ketepatan pilihan kata tidak bisa ditawar. Akurasi bahasa jurnalistik bukan sekadar gaya-gayaan. Misalnya, seorang reporter melaporkan peristiwa banjir di Kampung Melayu, Jakarta Timur. Sambil mengenakan jas hujan, reporter yang … Read more
Bahasa jurnalistik kerap dipandang secara sinis. Tidak sedikit yang menuduhnya sebagai perusak bahasa. Bahasa media massa dianggap longgar terhadap kaidah, terlalu sederhana, bahkan cenderung menurunkan standar kebahasaan. Padahal, bahasa yang digunakan para pewarta tetaplah bahasa Indonesia. Ia bukan bahasa lain, melainkan ragam penggunaan bahasa Indonesia dalam konteks komunikasi massa. Sejumlah pakar bahasa telah menegaskan hal … Read more
Dulu, ketika media cetak masih disajikan pagi hari, judul masih dianggap sebagai pelengkap berita. Ia sekadar penarik perhatian pembaca. Anggapan itu kini sudah tergerus era digital ini. Kini judul tampil sebagai bentuk berita yang paling padat, paling awal dibaca. Judul sebagai berita terpendek. Orang pun kini banyak yang merasa sudah mengonsumsi berita hanya dengan membaca … Read more
Sobat jurnalistik, kata penat dalam bahasa jurnalistik adalah suatu aib yang harus dihindari. Mengapa? Kata jenis ini hanya membuat kalimat yang kita tulis menjadi tidak bertenaga. Kata atau frasa yang satu ini terlalu sering dipakai dan sesungguhnya tidak memberi makna baru. Kehadirannya hanya memperpanjang kalimat. Malah, Sarwoko (2007:178)) menyebut kata penat sebagai kata yang bentuknya … Read more